“Kau adalah hantu bertopeng!!! Wajahmu t’lah menyatu dengan topeng, yang memiliki variasi bentuk dan warna!”

Mereka tetap menganggapku sebagai hantu bertopeng!
Percuma saja aku t’lah tunjukkan wujud asliku, mereka akan tetap mencakar wajahku untuk membuktikan adaku seperti yang mereka kira…
Mungkin hingga nantinya aku akan benar-benar tak bermuka!

Ya,
Mungkin mereka akan puas melihat tubuh tanpa mukaku!

TOPENG KULIT!!!
Itu yang ada di benak mereka tentang kedirianku!
Percuma!
Mereka tak ‘kan mengerti!

Haruskah aku terlebih dulu membiarkan mereka mencabik-cabik mukaku?!
Percuma!!!
Mereka tak ‘kan mengenaliku yang sebenarnya!

Mereka hanya sibuk melihat dan mencakar orang lain!
Pernahkah mereka bercermin?

Ingin pula aku cabik-cabik muka mereka!
Percuma!!!
Aku sendiri tak memiliki cermin itu!
Aku hanya memiliki serpihannya, untuk sekedar melihat hidungku, bola mataku, atau belahan bibir yang selalu tertahan dan mengatup…
Lantas bagaimana untuk melihat utuh diriku?

Paling tidak aku tak seperti mereka
Yang enggan melihat wajahnya sekalipun mereka punya cermin!

Satu yang ku tahu dari diriku,
aku tak sebaik pegasus…
dan tak seburuk hantu bertopeng!

Hmm…
Hanya cermin yang bisa buktikannya…
Selebihnya, hanya buah halusinasi mataku dan orang lain!