Ketika mataku mulai bisa sedikit menangkap arah cahaya, meski tak sepenuhnya melihat. Saat tubuhku perlahan sanggup digerakkan, meski tak sanggup sekedar berdiri. Ketika aku mulai sadarkan diri dari tidur panjangku, mungkin sekedar karena lelah, atau mungkin karena tak kuasa menahan pedih lukaku. Telingaku mencoba mendengar sayup-sayup suara meski hanya menerka arah datangnya.
Semakin aku mendengar, merasakan, dan mencermatinya, semakin aku yakin untuk berdiri dan segera pergi dari tempat busuk ini. Betapa tidak? Hanya ORANG-ORANG SINTING yang ada di tempat ini!
Sebagian aku dengar suara-suara ejekan, atau sekedar membanggakan kepunyaannya, bahkan ada pula yang rajin memperbincangkan sesuatu yang tak jelas. Tak jarang juga aku dengar jeritan, rintihan, tangisan. Entah siapa mereka?
Diantaranya ada pula pedagang yang sibuk menawarkan barang dagangannya. Pelaut asing turut serta menawarkan jasa untuk menuju suatu tempat lain. Sebagian ada yang bernegosiasi ada pula yang tak segan-segan membentak.
Aku tak tahu siapa mereka! Yang jelas, aku benci tempat ini! Memuakkan! Mereka hanya meributkan persoalan masing-masing!
Ah, kenapa aku jadi bingung dengan mereka? Aku harus pergi meninggalkan tempat ini, sekaligus menyembuhkan lukaku!


No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini